Sangat lucu ketika saya menonton rapat kerja antara DPR dan Pertamina beberapa waktu lalu. Anggota dewan yang katanya ‘terhormat’ itu, malah semakin menunjukkan kebodohannya. Terlihat sekali beberapa anggota dewan itu ingin kelihatan ‘kerja’ di masa-masa kampanye ini. Mungkin dia berpikir kalau dia ‘banyak omong’ waktu rapat, apalagi rapat terbuka seperti itu, publik bisa menyaksikan betapa ‘hebat’-nya dia.

Maunya sih mempermalukan dewan direksi Pertamina di hadapan publik, dengan menyamakan dewan direksi dengan satpam. Kepengennya sih dia dianggap ’smart’ dengan mengeluarkan pernyataan tersebut. Tapi sayang pak, publik tidak sebodoh itu. Rakyat tidak bisa dibodoh-bodohi dengan sikap seperti itu. Sekarang rakyat Indonesia sudah lebih maju pikirannya. ‘Belum cukup umur,’ kata seorang anggota dewan ‘terhormat’ itu. Hahaha… memang semakin terlihat bahwa ‘umur’ tidak menunjukkan kepintaran atau kemampuan seseorang. Beliau yang berkata seperti itu, memang menunjukkan sendiri pada publik bahwa saat ini, umur bukanlah faktor utama dalam menentukan kedewasaan seseorang. Sepertinya semua orang yang melihat rapat itu, akan tertawa mendengarnya.

Saya pikir Pertamina dalam hal ini, sudah melakukan langkah yang sangat baik. Dengan mengirimkan surat keberatan kepada DPR, dalam hal ini Komisi VII, menunjukkan bahwa direksi yang baru ini justru lebih matang pemikirannya dibanding para anggota dewan yang sekali lagi katanya ‘terhormat’ itu.
Tapi lagi-lagi anggota dewan yang merasa tidak dihormati itu, merasa tersinggung dengan surat yang sebetulnya ‘biasa’ saja itu. Dan lagi-lagi, para anggota dewan ‘terhormat’ ini, semakin menunjukkan kebodohannya kepada publik. Ini memang masa kampanye, mas… tapi coba bedakan antara kewajiban pekerjaan dengan kampanye… takut gak kepilih lagi ya ??? Hahahaha…

Seharusnya saat ini DPR justru mulai introspeksi sebelum menjegal para mitra kerjanya ini. Bagaimana kinerja DPR saat ini ? Seharusnya DPR mulai membenahi diri, dengan cara menunjukkan keseriusannya dalam menjadi wakil rakyat. Beri sanksi sekeras-kerasnya pada anggota dewan yang melanggar tata tertib dan etika bekerja. Yang tidak hadir di rapat, langsung copot saja jabatannya. Jangan cuman sekedar dikasih peringatan, percuma… kuping anggota DPR tuh sudah terlalu banyak kotorannya. Kulit mereka tuh sudah terlalu tebal sama uang korupsi.
Kalau memang dewan kehormatan DPR masih punya ‘kehormatan’, tunjukkan itu pada publik. Tindak tegas semua pelanggar aturan di DPR.

Tulisan ini hanya sekedar uneg-uneg seorang yang sudah kesal dan malu terhadap tingkah laku mereka yang mengaku ‘wakil rakyat’ ini. Bagi yang merasa tersinggung, harap ini dianggap sebagai cermin Anda di mata masyarakat Indonesia.

Tags: ,